Kamis, 25 Juli 2013

Alfred Russel Wallace



Alfred Russel Wallace
Lahir     8 Januari 1823
Usk, Monmouthshire, Wales
Meninggal     7 November 1913 (umur 90)
Broadstone, Dorset, Inggris
Kewarganegaraan     Britania Raya
Bidang     penjelajahan, biologi, biogeografi, reformasi sosial, botani
Dikenal atas     karyanya dalam seleksi alam dan biogeografi
Penghargaan     Royal Society's Royal Medal (1868)
Copley Medal (1908)
Order of Merit (1908)

Alfred Russel Wallace O.M., F.R.S. (lahir 8 Januari 1823 – meninggal 7 November 1913 pada umur 90 tahun) dikenal sebagai seorang naturalis, penjelajah, pengembara, ahli antropologi dan ahli biologi dari Britania Raya. Ia terkenal sebagai orang yang mengusulkan sebuah teori tentang seleksi alam, dimana kemudian hari malah membuat Charles Darwin lebih terkenal dari dia dengan teorinya sendiri.

Ia banyak melakukan penelitian lapangan, dimana untuk pertama kalinya dilakukan di sungai Amazon pada tahun 1846 saat ia masih berusia 23 tahun dan kemudian di Kepulauan Nusantara. Dia ketika itu mengoleksi aneka serangga dari ekspedisi Amazon. Kemudian koleksinya dia bawa pulang ke Eropa yang gandrung terhadap temuan baru dari belahan dunia lain. Koleksi serangga itu laku dijual dan modal itu menjadi titik awal penjelajahan Wallace di Nusantara. Pada perjalanan antara tahun 1848 hingga tahun 1854, Ia tiba di Singapura. Selama delapan tahun kemudian (1854 - 1862)ia menjelajah berbagai wilayah di Nusantara. Dari penjelajahan itu, ia membukukannya ke dalam sebuah catatan yang berjudul The Malay Archipelago. Selama ekspedisinya di Nusantara, diperkirakan dia telah menempuh jarak tidak kurang dari 22.500 kilometer, melakukan 60 atau 70 kali perjalanan terpisah, dan mengumpulkan 125.660 spesimen fauna meliputi 8.050 spesimen burung, 7.500 spesimen kerangka dan tulang aneka satwa, 310 spesimen mamalia, serta 100 spesimen reptil.[1] Selebihnya, mencapai 109.700 spesimen serangga, termasuk kupu-kupu yang paling disukainya.

Kebiasaannya mencatat perjalanan dan menyelamatkan catatan-catatan itu dengan cara mengirimkan ke Inggris melalui pos kapal-kapal dagang Eropa, termasuk ketika singgah di Pulau Ternate antara tanggal 8 Januari 1858 dan 25 Maret 1858, ketika ia terserang malaria memaksakan diri menulis surat dan mengirimkan kepada ilmuwan pujaannya, Charles Darwin di Inggris.

Dalam penjelajahannya di bumi Nusantara ia menemukan sebuah garis imajiner yang membagi flora dan fauna di Indonesia menjadi dua bagian besar. Garis ini dikemudian hari dikenal sebagai Garis Wallace, dimana di satu bagiannya, bentuk flora dan faunanya masih mempunya hubungan dengan flora dan fauna dari Australia dan memiliki ciri-ciri yang sangat mirip. Sedangkan di bagian yang lainnya sangat mirip dengan flora dan fauna dari Asia. Ia dianggap sebagai ahli terkemuka di abad ke-19 dalam bidang penyebaran spesied binatang dan kadang-kadang dikenal sebagai Bapak dari Biogeografi Evolusi, sebuah kajian tentang spesies apa, tinggal dimana dan mengapa.[1] Ia adalah salah seorang dari pemikir revolusioner pada abad ke-19 dan memberikan banyak masukan kepada pembangunan "teori evolusi" selain juga salah seorang penemu dari "teori seleksi alam". Termasuk didalamnya adalah konsep keanekaragaman warna dalam dunia fauna, dan juga "Efek Wallace", sebuah kesimpulan tentang bagaimana seleksi alam dapat memberikan kontribusi pada keanekaragaman fauna.
Daftar isi

    1 Penemu dasar evolusi
    2 Penghargaan, honours, dan memorial
    3 Peringatan
    4 Referensi

Penemu dasar evolusi

Surat Wallace dari Ternate kepada Darwin itu kemudian dikenal sebagai Letter from Ternate. Surat itu menjadi terkenal karena disertai makalah yang diberi judul On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitelty from the Original Type. Dari makalah itu, Wallace mengemukakan pemikirannya mengenai proses seleksi alam mempertahankan suatu spesies di dunia. Spesies yang mampu bertahan disebut Wallace sebagai hasil kelangsungan yang terbaik atau yang paling memiliki kemampuan bertahan tidak akan punah.

Itulah kerangka dasar pemahaman seleksi alam yang diletakkan Wallace saat itu. Akhirnya pemikiran itu menunjang teori evolusi yang dipopulerkan Darwin melalui bukunya The Origin of Species tahun 1859, satu tahun setelah penulisan makalah Wallace. Pada tanggal 1 Juli 1858, kawan-kawan Darwin, Charles Lyell dan Joseph Hooker, merekayasa pertemuan ilmiah di Linnean Society dan mendeklarasikan Darwin dan Wallace sebagai penemu dasar evolusi. [2]
Penghargaan, honours, dan memorial

    Beberapa penghargaan yang diterimanya antara lain adalah Order of Merit (1908), the Royal Society's Royal Medal (1868) dan Copley Medal (1908), the Royal Geographical Society's Founder's Medal (1892) dan juga Linnean Society's Gold Medal (1892) serta Darwin-Wallace Medal (1908).
    Terpilih sebagai kepala divisi antropologi dari British Association pada tahun 1866.
    Terpilih sebagai ketua dari Perkumpulan Entomological ("Entomological Society") berpusat di London pada tahun 1870.
    Terpilih sebagai ketua bagian biologi dari British Association pada tahun 1876.
    Mendapatkan penghargaan sebagai pensiunan sipil sebesar £200 per tahun, yang merupakan jasa dari Darwin dan Huxley kepada pemerintahan Britania Raya, yang diberikan pada tahun 1881.
    Terpilih sebagai anggota dari Royal Society pada tahun 1893.
    Mendapatkan kepercayaan sebagai pemimpin dari the International Congress of Spiritualists (which was meeting in London) pada tahun 1898.
    Tahun 1928, sebuah house di Richard Hale School (pada waktu itu dinamakan sebagai Hertford Grammar School) diberi nama Wallace. Ia adalah siswa di sekolah Richard Hale pada tahun 1828 – 1836.
    Pada 1 November 1915, sebuah medali dengan namanya terpatri disana, ditempatkan di Westminster Abbey.
    Namanya juga diabadikan sebagai salah satu nama kawah di Mars dan di Bulan.
    Sebuah pusat penelitian untuk biodiversity research di Sarawak dinamakan dengan namanya pada tahun 2005.[3]
    Gedung Geografi dan Biologi dinamakan dengan namanya di Swansea University.

Peringatan

Untuk memperingati 150 tahun surat yang juga dikenal orang sebagai 'Surat dari Ternate' tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan pemerintah kota Ternate dan Yayasan Wallacea menyelenggarakan Pra-Simposium pada tanggal 2-3 Desember 2008 di Ternate.

Pra Simposium dilakukan sebagai awal dari "International Symposium on Alfred Russel Wallace & The Wallacea", yang diselenggarakan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, bekerjasama dengan The Wallacea Foundation, LIPI, dan Conservation International. Kegiatan ini dilaksanakan di Kota Makassar antara tanggal 10-13 Desember. Keikutsertaan LIPI dalam kedua acara itu, terkait dengan Ekspedisi Widya Nusantara (E-Win) yang telah dilaksanakan pada tahun 2007.[4]

0 komentar:

Posting Komentar